Tentang Ucapan Natal Oleh Salim A Fillah

41. Kata Abu Hanifah; yang terpenting BUKAN mengamalkan pendapat kami atau tidak. Melainkan mengetahui bagaimana kami menetapkannya. #Natal

Start :

26. Jika keterlibatan dalam kegiatan #Natal nan bersifat ibadah & ritual disepakati haramnya, para ‘ulama ikhtilaf pada soal ucapan selamat.

27. Yang memubahkan selamat #Natal ie Dr. Musthafa Az Zarqa, Dr. Yusuf Al Qaradlawy menyebut tahni-ah tak terkait dengan ridha atas ‘aqidah.

28. Tahni-ah #Natal, kata keduanya bisa menjadi da’wah sebagaimana Ibrahim bicara tentang tertuhannya bintang, bulan, mentari (QS 6: 77-83)

29. FYI, QS 6: 77-83 TIDAK berkisah tentang ‘Ibrahim Mencari Tuhan’, melainkan ‘Ibrahim Berda’wah’, demikian ditegaskan Al Qurthuby. #Natal

30. Maka tahni-ah #Natal yang diikuti komunikasi intensif sebagaimana dilakukan Ibrahim pada penyembah bintang, bulan, mentari adalah indah.

31. Dr. Abdussattar memberi catatan kemubahan tahni-ah #Natal ini dengan kehati-hatian memilih diksi. Doa menuju hidayah lebih dianjurkan.

32. Adapun Al ‘Utsaimin, Lajnah Fatwa KSA, dll cenderung mengharamkan tahni-ah #Natal tersebab hal itu sama dengan meridhai ‘aqidah keliru.

33. Jadi ikhtilaf ‘Ulama terkait tahni-ah #Natal ini ada di ranah pemaknaan kalimat ucapan tersebut. Masing-masingnya lalu menemukan dalil.

34. Ulamapun berfatwa sesuai konteks di seputarnya, tentu ada perbedaan lingkungan sosial nan melatarbelakangi fatwa nan berbeda ini. #Natal

35. Lajnah Fatwa KSA&Al Utsaimin menjawab di negeri yang nyaris tiada Nasrani. Al Qaradlawy&Az Zarqa berfatwa tuk masyarakat majemuk. #Natal

36. Bagaimana kita bersikap atas beda fatwa #Natal? Kata Asy-Syafi-i, Al Khuruj minal Ikhtilaafi Mustahabb: keluar dari selisih itu sunnah.

37. Dengan jernih hati & mengukur kapasitas diri, kita bisa mempertimbangkan kedua-duanya. Ada keadaan-keadaan nan dicermati. #Natal

38. Ikhtilaf ahli ilmu insyaaLlah menjadi kemudahan bagi kita untuk beramal nan tak sekedar benar, melainkan jua tepat & cerdas. ##Natal

39. Akan ada nan hajatkan fatwa AlQaradlawy & Az Zarqa, ie di wilayah nan muslimnya minoritas, keluarga majemuk nan erat hubungan dll #Natal

40. Akan ada jua nan hajatkan fatwa Al ‘Utsaimin pada posisi memelihara ‘izzah ‘aqidah itu niscaya. ie Raja KSA as Khadimul Haramain. #Natal

41. Kata Abu Hanifah; yang terpenting BUKAN mengamalkan pendapat kami atau tidak. Melainkan mengetahui bagaimana kami menetapkannya. #Natal

42. Agungnya ‘Ulama: mereka mengistilahkan beda pendapat Fiqh dalam dimensi SHAWAB (tepat) & KHATHA’ (keliru), bukannya HAQ & BATHIL. #Natal

43. Maka dengan ilmu yang memadai, mari beramal nan terbaik bagi iman kita pada Allah, bagi misi kita untuk jadi rahmat semesta. #Natal

44. Demikian KulTwit #Natal. Semoga tak kecewa karena jawabnya tak satu. Sebab Salim, terlalu bodoh untuk lancang mentarjih ikhtilaf Ulama;)

 

Sumber : TLnya @salimafillah