Tentang Tiket & Gratifikasi oleh Andi Arief

1.Tiket dan gratifikasi : Panitia membayar sewa ke pengelola Gelora senayan. Ketika membuat tiket non undangan membayar pada dispenda DKI.

2.penyelenggara biasanya ditunjuk AFF/PSSI, atau PSSI sendiri. perlu dicek adalah soal bayar sewa, dan retribusi tiket ke dispenda.

3. Undangan tak masuk retribusi. Undangan itu tak ada nilai uangnya. Yg ada nilai uangnya adalah tiket resmi yg dilaporkan dicap dispenda

4. Hasil penjualan tiket setelah dikurangi sewa dan retribusi itulah keuntungan panitia dari tiket.

5. Yang kerap terjadi dalam sepakbola kita adalah: jumlah tiket yg terkena retribusi lebih sedikit dari jumlah tiket yg terjual.

6. Biasanya yg sering memalsukan tiket adalah orang dalam kepengurusan atau kepanitiaan sendiri.

7.Menaikkan harga tiket secara tiba2 sulit diterima akal sehat. Karena pembuatan tiket beserta retribusinya jauh hari sudah dihitung.

8.Bagi pengalaman ikut bantu2 PSBL lampung, Liga Softball Indonesia. Dan inilah fakta di lapangan. Farid Fakih skrg banyak di lap softball

9.Jarang terjadi kenaikan tiket di ujung pertandingan. Kalaupun ada,sering di pertandingan tarkam, itupun ada tambahan rokok sebagai sponsor

10. Ada yg tiket finalnya lebih mahal. Tetapi itu diumumkan sejak turnamen belum dilakukan. Biasanya sejak perempat final sampai final

11. Kita beri penghormatan Bagi yg merayakan natal, dan bersama mendukung perjuangan timnas, baiknya debat dilanjutkan setelah leg 1 tgl 26

Sumber : TL-nya @AndiAriefNews