Kultwit Tentang Natal dari Goenawan Mohammad

6. MUI mungkin akan heran, bahwa di tahun 1647 di Inggris kaum Puritan dan para pastornya melarang perayaan Natal. #nat

7. Kaum Puritan ini (mirip kaum Wahabi) meghendaki ajarah Kristen yg “murni”. Perayaan Natal dianggap melanjutkan adat “pra-Kristen” #Nat

start :

1. Orang bisa menikmati kemeriahan Natal tanpa jadi Kristen, sebagaimana orang bisa menikmati keasyikan Lebaran tanpa jadi Islam. #Nat

2. Di Jepang, cuma 1% penduduk beragama Kristen. Tapi pesta Natal sdh jadi kemeriahan nasional. “Merii Kurisumasu”, kata orang di sana.#Nat

3. Seperti perayaan keagamaan lain, kemeriahan Natal sudah jadi “profan”, bahkan komersial, tak berkaitan lagi dgn yang sakral. #nat

4. Di kota2 besar AS, Eropa, Jepang, Natal adalah kesempatan memasarkan + mengkonsumsi hal2 yg menyenangkan bagi kebersamaan keluarga. #Nat

5. Maka ada yang melucu: “Christmas is the Disneyland of Christianity”. Anak-anak menyenanginya, segala apik dan asyik. #nat

6. MUI mungkin akan heran, bahwa di tahun 1647 di Inggris kaum Puritan dan para pastornya melarang perayaan Natal. #nat

7. Kaum Puritan ini (mirip kaum Wahabi) meghendaki ajarah Kristen yg “murni”. Perayaan Natal dianggap melanjutkan adat “pra-Kristen” #Nat

8. Di Skotlandia, Gereja Prebysterian pun tak suka Natalan. Tahun1618 Raja James VI menitahkan agar hari itu dirayakan, tapi tetap sepi. #

9. Ketika kaum Puritan hijrah ke AS dan tinggal di daerah Boston, mereka juga melarang Natal dirayakan, sejak 1659-1681. #nat

10. Tapi sikap kaum Puritan yg mau serba “murni” itu akhirnya kalah oleh dorongan manusiawi utk berbagi rasa syukur dan gembira. #nat

11. Berbagi rasa syukur & bahagia itu ada dalam semangat Natal + semangat Lebaran. Maka, bagi anda yang merayakan,”Merii Kurisumasu”! #nat

12. Ttg satu hal kita tak perlu marah2 kpd tanahair kita. Di sini kita bisa nikmati kemeriahan macam2 agama tanpa harus pindah agama. #nat

sumber : kultwit dari @gm_gm